- Home>
- Dimana kau ?
Jumat, 28 Juli 2017
Dia hanya terdiam saat jiwan lewat didepannya, karena sejak 2 minggu ini mereka berdiaman akhirnya tidak ada yang memulai menyapa diantara mereka berdua. Tesya berharap semoga dewa tidak marah padanya.
“Hari ini kelaas bebas, semua guru sedang rapat, apa yang akan kau lakukan sekarang” ucap nomi sembari memberitahu tesya.
“Entahlah, aku tidak tahu” jawab tesya dengan nada lesu dengan menundukkan kepalanya, kemudiaan ia berdiri dari tempat yang ia duduki tadi.
Sebentar lagi disekolah SMA tersebut akan ada study tour, entah kemana semua murid belum tahu. Tahun lalu tournya kegunung, tapi tahun kemarinnya kehutan. Jiwan ingin tahun ini kegunung, karena suka dengan travel maka ia mengusulkan wali kelas agar kegunung.
“Kegunung saja, kita bisa melihat seluruh pemandangan dari atas, kita juga bisa dekat dengan bintang bulan dan juga kehangatan yang kita dapatkan disana” usul jiwan pada wali kelas
“Iya kegunung saja bu”
“Iya setuju.. !” jawab semua murid yang ada dikelas tersebut.
“Huh, tidak – tidak jangan kegunung, disana itu tinggi ! bisa – bisa nanti kita jatuh kejurang, mending kita kehutan saja teman – teman” cengir tesya ke jiwan dengan nada keras.
“Huu.. dasar penakut, kau ini memang penakut” balas cengir jiwan mengarah ke tesya dengan nada dinginnya.
Wali kelas lalu mengusulkan agar study tournya dilaksanakan kegunung, karena banyak murid yang menginginkan kegunung. Keputusan tersebut membuat tesya takut, karena ia yang takut ketinggian dan kedinginan.
Namun, ia senang karena jiwan tadi telah menyahut perkataannya. Entah kesambet apa dia namun tesya senang sekali hari ini.
“Aku pulang..”
“Tumben jam 10 sudah pulang kak, biasanya juga sampai sore” jawab fano adik tesya itu sambil membukakan pintunya.
“Hari ini tidak ada pelajaran, jadi kakak pulang lebih awal” sambil meletakkan sepatunya dirak sepatu, kemudian pergi kekamar mandi untuk membasuh mukanya.
“Owh.. gitu ya” ucap fano dengan lirih.
“Ada apa ini, kok rame sekali, apa kakakmu sudah pulang ?” tanya ibunya pada fano
“Eh iya bu, mugkin kakak bolos masuk kelas” cengir fano karena kakaknya yang tak mendengarnya, saat tesya masih berada di kamar mandi.
“Kakakmu membolos, lihat saja nanti, akan ku hajar kakakmu itu, sekarang dimana dia !” dengan nada keras dan emosi yang sudah berkumpul lalu kemudian akan meledak seperti bom saat dibanting.
“Dia ada dikamar mandi bu..” Fano langsung berlari masuk kekamar dan mengunci rapat – rapat pintunya
“Hmm.. segar sekali rasanya, eh ibu, ibu kenapa ibu memasang muka begitu ?” tanya tesya pada ibunya dengan wajah takut itu.
“Hemmm.. apa kau tadi membolos tesya..!” dengan nada keras dan terlihat ditangannya sedang memegang sapu lidi
“Apa.. apa ibu akan memukulku ? e.. tidak bu, aku tadi pulang awal” tesya berlari ketakutan lalu menuju ke halaman belakang kemudian ia memanjat pohon
“Turun kau tesya, akan kuhajar kau karena sudah membolos”
“Hihihi.. mati kau kak, ibu kali ini marah besar padamu wekkk..” ledek fano dari atas jendela dengan mengeluarkan lidahnya.
“Ibu, fano berbohong, semua guru tadi sedang rapat, jadi semua murid disuruh pulang bu !” ucap tesya dengan keringat yang membasahi kepalanya
“Ha.. ? fano....... awas kau ya, akan ibu hajar kau” berbalik keatas melihat fano dari bawah
Setelah selesai makan malam, semuanya terlihat sangat letih kecuali sang ayah. Karena efek tadi habis main kejar – kejaran, jadi mereka sangat lelah.
“Ibu, 3 hari lagi sekoahku akan ada study tour, jadi besok malam aku akan belanja dengan ayah”
“Baiklah, kau ajak ayahmu”
“Aku ikut, aku ingin mainan terbaru tahun ini ayah” pinta fano
“Iya – iya, ayah akan mengajakmu” jawab sang ayah tanpa menoleh karena ia sedang fokus pada acara sepakbola.
Pagi harinya, ia tidak melihat jiwan berangkat sekolah. Kata bobi jiwan sedang sakit, sehingga bobi hari ini akan pergi menjenguk jiwan setelah pulang sekolah nanti.
“Bob, sampaikan salamku pada jiwan semoga dia cepat sembuh”
“Iya, nanti akanku sampaikan, tapi kalau tidak ada..”
“Iya – iya nanti aku akan mentraktirmu” potong omongan bobi, ia adalah teman yang hobinya makan terus
Setelah pulang sekolah, bobi ditraktir makan mie oleh tesya. Selesai makan bobi menuju rumah jiwan, dan kemudian ia mengetok pintu rumahnya.
“Jiwan..”
“Iya tunggu sebentar” ia beranjak dari kamar tidurnya
“Kamu, ayo masuk”
“Apa lukamu sudah sembuh” tanya bobi sambil celingak celinguk melihat sekitar seperti sedang mencari – cari.
“Iya, lumayanlah, hari ini orang tuaku sedang sibuk kerja, jadi hanya aku yang ada dirumah”
“Iya, apa kau tidak akan memberiku makanan pada temanmu yang kasihan ini ?” pinta bobi pada sahabatnya itu
“How.. jadi tadi kau melirik kesana – sini karena mencari makanan ya” cengir jiwan pada sahabatnya yang baru ia kenal
“Kau ini” sambil menggaruk kepalanya
“Ini sekaleng susu dan snack, oh iya apa tadi kau mengawasinya ?” tanya jiwan sambil menyodorkan makanan yang ia suguhkan
“Iya, dia terlihat gelisah tadi, Hahaha..” jawab dengan nada tertawa dan makanan yang berada dimulutnya itu.
“Oh iya, dia tadi menitipkan salam kepadamu, semoga kamu cepat sembuh katanya”
“Ternyata dia peduli” senyum jiwan pada sahabatnya itu.
Sore itu, tesya dan fano terlihat sangat rapi karena mereka akan pergi ke mall bersama ayahnya.
“Cepatlah nanti keburu malam !” ucap ayah didalam mobil
“Sebentar ayah, aku meninggalkan hp-ku dikamar” berlari menuju kamar
“Dia itu selalu saja, menyebalkan” tambah fano yang sedang berada dimobil
“Ayo yah, aku sudah mengambil hp-ku”
“Daa ibu..” memberi dada pada ibu mereka lewat kaca mobil
Selesai belanja, mereka makan malam. Sesudah itu tesya pergi kekamar untuk mengambil hpnya, sepertinya ada pesan. “Cerewet, apa kau tidak kangen padaku ?” isi pesannya, tesya tidak tahu siapa yang telah mengirim pesan tersebut, tapi ia mencurigai jiwan.
“Apa ini dia, ah mana mungkin dia mengirimkan kata – kata seperti ini, pasti ini nomi yang iseng” gumam tesya sembari merebahkan tubuhnya dikasur.
Pagi harinya, jiwan tidak terlihat lagi. Terlihat nomi menghampiri tesya dengan langkah yang lambat itu.
“Hey tesya, apa kau sudah menyiapkan barang – barangmu ?”
“Eh.. belum, nanti malam baru aku siapkan”
“Owh”
“Apa tadi malamaa kau mengirim pesan ini padaku ?” tanya tesya sambil melihatkan hp-nya pada sahabatnya itu
“Tidak, mana mungkin aku seperti itu. Apa mungkin itu jiwan ya ?” jawab nomi sambil menatap mata tesya
Gurupun datang kemudian memberi informasi tentang besok jangan sampai terlambat datang kesekolah. Setelah pulang sekolah, bobi menghampiri tesya.
“Kau terlihat gelisah sekali tesya”
“Emb tidak, aku baik – baik saja” jawab tesya sambil menyembunyikan wajah gelisahnya itu
“Yasudah aku pulang duluan, da..”
Sampai dirumah jiwan, ia menceritakan perilaku tesya padanya. Mereka berdua terlihat tertawa terbahak – bahak.
“Beesok jangan sampai terlambat jiwan”
“Iya, aku akan datang lebih awal, kita jalankan rencana kita dengan sempurna oke !”
“Aku pulang dulu ya”

ceritanya oke.....
BalasHapustapi ceritanya diperpanjang lagi
Woke mbk yu, ini ngeres kan :v
BalasHapusceritanya oke.....
BalasHapustapi ceritanya diperpanjang lagi